Salah satu ke istimewaan dari negeri kita ini yaitu "dilalui garis khatulitiwa", yang konon garis inilah yang merupakan garis tengah dari planet bumi yang kita tempati ini. Dalam geografi, ekuator atau garis khatulistiwa (dari bahasa Arab: خط الإستوا) adalah sebuah garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet. Garis khatulistiwa ini membagi Bumi menjadi dua bagian belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Garis lintang ekuator adalah 0°. Panjang garis khatulistiwa Bumi adalah sekitar 40.070 km.
- Brasil
- Ekuador
- Gabon
- Kepulauan Galapagos
- Pulau Gilbert
- Indonesia
- Bonjol, Sumatra Barat
- Halmahera serta pulau-pulau kecil di sekitarnya
- Lingga dan satu pulau kecil lain dekat Sumatra
- Pini - pulau kecil dekat Sumatra
- Pontianak, Kalimantan Barat
- Sulawesi
- Kenya
- Kolombia
- Republik Kongo
- Republik Demokratik Kongo
- Kepulauan Line
- Maladewa
- Pulau Phoenix
- Sao Tome dan Principe - melalui Pulau Ilhéu das Rolas
- Somalia
- Uganda
Untuk di Indonesia Khususnya Sulawesi Tengah ada beberapa tempat yang di lalui garis Khatulistiwa, salah satu diantaranya adalah di Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigimoutong Sulawesi Tengah, untuk sampai ke tempat ini kita harus melakukan perjalanan yang lumayan lama , dengan medan yang melelahkan, karena harus melewati jalan yang berliku-liku karena mendaki gunung, menuruni ngarai, perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan roda dua, dan roda empat, jika perjalanan di awali dari Ibukota Sulawesi Tengah (Palu), setelah melewati pegunungan kebun kopi, perjalanan akan diteruskan melewati sepanjang pantai sisi timur Sulawesi Tengah. Jika kita melakukannya bertepatan dengan musim buah durian, ditempat ini juga penduduknya kebanyakan memiliki pohon durian, jadi bila musim durian tiba banyak durian di tempat ini, kita bisa membeli durian di pinggir-pinggir jalan sepanjang perjalanan, dan bila berkehendak bisa menikmatinya di tepi pantai. Situasi yang kondusif tentunya tetap dikedepankan agar semuanya bisa langgeng. Beberapa waktu yang lalu Sulteng 02-03 berkesempatan singgah di titik tengah Bumi yang ada di Sulawesi Tengah yang ada di seputaran pantai timur Sulawesi Tengah itu. Di tempat ini juga sudah dibangun penunjuk Khatulistiwa yang diresmikan tanggal 9 Juli 1992. Walaupun kini terkesan kurang terurus, dan kurang adanya perhatian, namun ini salah satu aset bangsa, yang harus di jaga sebagai kebanggaan. Kita jaga yuk..



Tidak ada komentar:
Posting Komentar